Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Kacapi Suling

Gambar
Siapa yang nggak tau kacapi suling?
ayo ngacung dipasar... hehehe... gapapa kok gak tau juga makanya kita kasih tau nih..

ini ana kopas dari wikipedia nih...
Kacapi suling is a form of Sundanese music from West Java. It is essentially tembang Sunda minus vocals, and also at interludes between songs at a typical Tembang Sunda performance. The higher pitched kacapi rincik, the lower pitched kacapi indung and the suling flute are the instruments used for kacapi suling. Kacapi suling has instrumental pieces performed in two different scales; the first four in laras pelog convey a light mood, the last four, in laras sorog are more slow and grave. The change to laras sorog usually takes place at midnight and lasts til sunrise.
Many hotels in Indonesia, especially in Bali, and other parts of the world like in ShenzhenChina play this Sundanese music genre in their lobbies. Malaysia itself invited Sundanese Kacapi Suling experts from the Province of West Java to teach their expertise in Mala…

John James Audubon

Gambar
John James Audubon (1785-1851) bukanlah orang pertama yang mencoba untuk melukis dan menggambarkan semua burung Amerika (Alexander Wilson telah perbedaan itu), tapi selama setengah abad ia seniman satwa liar yang dominan di negara muda itu. Burung mani Nya Amerika, koleksi 435-ukuran kehidupan cetakan, cepat hilang cahayanya kerja Wilson dan masih merupakan standar yang seniman burung ke-20 dan abad ke-21, seperti Roger Tory Peterson dan David Sibley, diukur.

Meskipun Audubon tidak memiliki peran dalam organisasi yang menyandang namanya, ada koneksi: George Burung Grinnell, salah satu pendiri Masyarakat Audubon di awal 1800-an, diajari oleh Lucy Audubon, janda John James. Mengetahui reputasi Audubon's, Grinnell memilih namanya sebagai inspirasi untuk pekerjaan organisasi awal untuk melindungi burung dan habitatnya. Hari ini, nama Audubon tetap identik dengan burung dan konservasi burung di seluruh dunia.

Audubon lahir di Saint Domingue (sekarang Haiti), anak tidak sah dari seorang k…

BOM CIREBON:FITNAH & PROLOG UU REPRESIF?

Bom kembali meledak, tepatnya terjadi hari Jumat lalu 15 April 2011 sekitar jam 12.20 wib di masjid adz Dzikro Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kota Cirebon. Ledakan bom itu menyebabkan korban luka 30 orang dan satu orang meninggal yang sudah dipastikan oleh kepolisian adalah pelakunya yaitu M Syarif Astanagarif. Ledakan terjadi di tengah-tengah ibadah shalat Jumat, ketika shalat Jumat baru dimulai yaitu saat imam mengucapkan takbiratul ikram rakaat pertama.
Tak pelak, peristiwa bom Cirebon itu banyak menghiasi pemberitaan media massa cetak maupun elektronik. Berita itu untuk sejenak bisa mengalahkan atau setidaknya mengecilkan isu-isu lain yang fundamental dan tidak kalah penting berkaitan dengan persoalan kehidupan bernegara seperti isu pembangunan gedung DPR, korupsi, mafia kasus, Century Gate, pasar bebas khususnya CAFTA yang menggulung industri dalam negeri, penyanderaan kapal MV Sinar Kudus dengan 20 awaknya oleh perompak di perairan Somalia, rencana kenaikan harga BBM, dan r…

Do One Thing and Do It Well

Gambar
This is a guest article contributed by Jennifer Moline*.
-
The old adage, “jack of all trades – master of none,” can apply to the graphic designer who tries to do it all: web development, letterhead design, logo creation, coding, etc. While designers who promote themselves as able to handle everyone’s needs may get a lot of inquiries, their work could suffer as a result.

Just recently, I went out to dinner at a place that serves macaroni and cheese. Sure, the restaurant has a couple of side dishes such as salad and veggies, and it makes its desserts in-house, but as far as entrees go, your options are about 10 different takes on the classic comfort dish. When this restaurant opened a few weeks ago, I thought, “What a great business model – it has a limited number of ingredients to purchase and doesn’t require a huge staff to prepare different dishes.” That got me to thinking: Perhaps more small businesses would succeed if they didn’t stretch themselves too thin.

A lot of freelancers …

Luncurkan Versi Pro, Facebook Tidak Gratis Lagi

Gambar
Berita ini tentu saja mengejutkan sebagian besar pengguna Facebook. Facebook telah mengumumkan akan memberi tambahan biaya untuk user yang memiliki akun di website jejaring sosial tersebut. User akan diberi dua pilihan, Facebook Free atau Facebook Pro. Free account akan memberi jalan user untuk posting foto dan link, namun memiliki batasan ukuran untuk thumbnail gambar, iklan banner besar dan popup. Lebih lanjut lagi, user setidaknya harus mengikuti survei berbayar untuk setiap login. Bagaimanapun, Facebook memastikan keseluruhan proses tersebut tidak akan sampai 10 menit.
Sedangkan untuk akun Facebook Pro, akan memudahkan user posting, share, dan melihat video tanpa harus mengkhawatirkan soal batasan ukuran dan kualitasnya. Facebook mengatakan, untuk dua pilihan ini akan dimulai bulan depan, semua user akan dimigrasikan ke akun gratis jika mereka tidak mau membayar biayanya, yang belum ditentukan berapa banyaknya. Report dari TechTree menunjukkan bahwa harganya ti…